Al-Qur'an Mushaf Standar Indonesia — Ramah Pembaca Layar
Seluruh Al-Qur'an sesuai cetakan Mushaf Standar Indonesia dari Kementerian Agama Republik Indonesia, lengkap 604 halaman. Setiap ayat tampil tepat satu kali, persis seperti tertulis pada cetakan Kemenag, lengkap dengan semua tanda wakaf dan tanda 'ain ruku'-nya. Di dalam ayat, pembaca layar (NVDA, JAWS, VoiceOver, dan TalkBack) hanya menyebutkan nama tandanya dalam tulisan Arab — misalnya قلى atau ج — tanpa sisipan penjelasan; arti setiap tanda hanya diterangkan di legenda di bawah ini.
Terakhir dibaca
Halaman terakhir tersimpan di peramban perangkat ini saja.
Pilihan cetakan
Dua cetakan tersedia dari tautan yang sama. Pilih salah satu di bawah ini:
Cetakan Kemenag RI
Situs ini — sedang Anda buka. Mushaf Standar Indonesia dari Kementerian Agama Republik Indonesia, dengan 558 ruku' sesuai Pedoman Pentashihan LPMQ 2019 yang sudah diverifikasi ke cetakan, dan pembagian baris per halaman yang sudah diaudit baris demi baris.
Cetakan Madinah
Mushaf cetakan Madinah yang sesungguhnya, di situs terpisah: teks Utsmani dan pembagian baris cetakan Madinah, tanda wakaf dan penanda hizb mengikuti cetakan Madinah, tanpa tanda ruku'. Terjemahannya tetap terjemahan Kemenag RI.
Menuju halaman tertentu
Pencarian kata
Cari kata atau frasa di dalam terjemahan Kemenag atau di dalam teks Arab. Untuk teks Arab, harakat tidak perlu ditulis.
Lompat ke ayat tertentu
Navigasi per juz
Pilih juz untuk membuka halaman awalnya. Pada halaman mushaf juga tersedia tombol juz sebelumnya/berikutnya dan ruku' sebelumnya/berikutnya.
Legenda tanda wakaf dan tanda 'ain
Mushaf Standar Indonesia memakai enam tanda wakaf dan tanda saktah. Di dalam ayat, pembaca layar hanya menyebutkan nama tandanya dalam tulisan Arab, seperti pada kolom “Dibacakan sebagai”; penjelasan arti tanda hanya ada di legenda ini.
| Tanda | Nama | Arti | Dibacakan sebagai |
|---|---|---|---|
| Mim (م) | Wakaf lazim — harus berhenti. | م | |
| La (لا) | Tidak boleh berhenti; bila terpaksa berhenti, ulangi dari kata sebelumnya. | لا | |
| Jim (ج) | Boleh berhenti dan boleh terus. | ج | |
| Qala (قلى) | Berhenti lebih baik daripada terus. | قلى | |
| Shala (صلى) | Terus lebih baik daripada berhenti. | صلى | |
| Mu'anaqah (titik tiga) | Berhenti pada salah satu dari dua tanda titik tiga, tidak pada keduanya. | معانقة | |
| Saktah | Berhenti sejenak (sekitar dua ketukan) tanpa mengambil napas, lalu terus. | سكتة | |
| 'Ain ruku' | Penanda akhir satu ruku' (satu satuan bacaan), tertulis di akhir ayat pada cetakan. | ع |
Daftar 114 surah
Memilih surah akan membuka halaman awal surah tersebut di mushaf.
Daftar ruku' per juz
Seluruh ruku' dikelompokkan menurut juz-nya. Setiap ruku' ditulis dengan ayat penutupnya dan halaman tempatnya berakhir; memilihnya membuka halaman tersebut. Penomoran mengikuti cetakan Kemenag RI (558 ruku').
Menyusun daftar ruku'…
Daftar hizb (pembagian Mushaf Madinah)
Mushaf Madinah membagi 30 juz menjadi 60 hizb: setiap juz terdiri dari dua hizb, dan setiap hizb ditandai di pinggir cetakan dengan tanda rubu' al-hizb () pada setiap seperempatnya. Di bawah ini, setiap hizb ditulis beserta keempat batasnya — awal hizb, seperempat hizb, separuh hizb, dan tiga perempat hizb — masing-masing dengan surah, ayat, dan halaman tempatnya dimulai. Batas-batas ini mengikuti metadata struktur Tanzil (QuranData.HizbQuarter). Satu pengecualian mengikuti tanda yang tercetak di teks: seperempat Hizb 27 dimulai pada Surah Al-Hijr ayat 49, bukan ayat 50. Batas yang sama juga diumumkan pada paragraf pengantar setiap halaman mushaf.
Menyusun daftar hizb…